Minggu, 13 April 2014

Ada Hikmah Setiap Waktu

Pagi tadi, aku sudah mempersiapan untuk berbagi dengan anakanak. Buku cerita yang mereka request, sudah aku penuhi. Mereka request buku tentang dinosaurus. Aku segera melangkahkan kakiku dengan semangat. Jam handphone sudah menunjukan waktu untuk berbagi. Langkahku ayunkan dengan cepat. Setelah sampai tujuan, ada santri yang berkata "Kak, hari ini anakanak libur". Aku hanya diam. Sedikit tak percaya, aku berkalikali bertanya "Masa libur? Ih.. Kemarin nggak ada yang bilang, padahal aku sampai siang", masih dengan tampang melongo. Antara benaran atau aku salah dengar. Aku putuskan memastikan apa yang aku dengar kepada Ustadzah, ternyata membenarkan. Huufhh. Ada rasa kecewa karena tidak bertemu dengan anakanak. Apalagi mendengarkan celoteh mereka dan kita akan berbagi cerita. Rasa seminggu tak bertemu dengan kalian itu sesuatu dan lama banget. Ada sesuatu yang hilang. Akhirnya, aku putuskan kembali kerumah. Kegiatan rumah tangga yang sudah menunggu.hihi...
 
Aku banyak belajar dengan kehadiaran kalian. Belajar untuk makin takut denganNya. Terimakasih Tuhan telah mengirimkan mereka membuatku lebih berwarna. 


#AdaHikmahSetiapwaktu
#BahagiaItuSimple




April 2014 

Sabtu, 12 April 2014

Sudahlah...

Malam tadi, kau hadir kembali. Kenapa kau hadir kelmbali?  Mungkin hanya sekedar basabasi bahkan iklan. Entahlah. Aku tak mengerti.

Tibatiba kau datang berbagi aktivitasmu. Mungkin kau sedang membuka file kita dulu. Apa kau tak ingat? Ada yang sedang menunggumu dilorong sana? Apa pikiranmu saat ini? Disaat aku sudah melepaskanmu, kau datang membawa "kegilaan". Iya. Kegilaan mengajak ke memori terindah, saat kita bersama.  Tapi sekarang sudah berbeda.

Semuanya berbeda, saat kau hancurkan semuanya. Saat kau katakan keputusanmu secara sepihak. Saat kau tak pernah pedulikan rasaku. Rasaku, kau utarakan semuanya. Padahal kita telah komitmen untuk utarakan apapun yang sedang terjadi meskipun kita tahu tidak akan bersama. Tapi kau melanggar. Kau sudah berproses dibelakangku dan tetap menyakinkanku tentang kita.

Sudahlah. Itu masa silam. Kuakui, kau memang terindah dalam hidupku. Terimakasih telah mengajarkanku segala rasa. Kau adalah guru sejatiku. Tanpamu, aku tah tahu rasanya sakit. Tuhan mengutusmu agar aku dapat merasakan segala kehidupan. 

Sudahlah, larilah ke lorong sana. Ada yang masih menunggumu untuk membangun cerita yang indah, bahkan lebih indah saat bersamaku.
 
 
April 2014

Tahukah Kamu?

Tahukah kamu?
Aku sudah mulai mencintaimu, perlahan tapi pasti.
Aku sudah terhipnotis olehmu.
Aku sudah terlena dengan hadirmu.
Makin hari, makin bermakna.
Terimakasih sudah menemaniku


‪#‎JiwakuAdalahKamu‬
April 2014

Jumat, 11 April 2014

Ada Hikmah Dalam PHP

Suara gamelan mengiringiku naik ke podium, saat namaku disebutkan "Indriasih Karesa, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan. Predikat Sangat Memuaskan". Rasa bahagia dan haru mengiringi langkahku untuk menerima kelulusan Magister Kenotariatan. Hampir dua tahun tepat, aku melunasi kewajibanku menempuh Magister Kenotariatan. So pasti, pintu awal untuk menjadi Notaris segera terwujud, meskipun masih ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Menjadi Notaris, sudah aku catatankan dalam buku impianku. Sebelum aku putuskan untuk mengambil fakultas hukum, aku sudah memetakan impianku. Mulai lulus tahun brp, menjadi apa setelah lulus, bahkan dalam usia berapa hal tersebut dapat terwujud. Aku yakin Tuhan akan membantun mewujudkan impianku. Alam semesta mengaamiinkan dan bergerak dengan arah yang tak terduga. Seperti aku dapat melanjutkan kuliah S2 Magister Kenotariatan. Sesuatu yang tak mungkin, karena beberapa kali kondisi keluarga yang tak mungkin mewujudkan impian tersebut. Lagilagi tangan Tuhan bergerak dan nggak ada tidak mungkin, jika sudah berkehendak.
 
Setelah lulus Magister Kenotariatan, tak berhenti sampai disitu. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, hingga dapat mengajukan surat pengangkatan menjadi Notaris, antara lain : magang. Magang? Iya, sesuatu yang wajib bagi lulusan Magister Kenotariatan yang ingin berkibrah sebagai Notaris dan diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris.
Pencarian tempat magang tak mudah seperti yang dibayangkan. Niat hati, aku ingin berusaha sendiri dalam mendapatkan tempat magang, tanpa bantuan orangtua. Tetap saja, belum berjodoh bahkan PHP dashyat. Aku hanya dapat melihat bahwa mereka begitu sangat angkuh dan takut "tersaingi" dengan calon rekan Notaris. Bagaimana tidak, mereka selalu menanyakan "mau buka dimana?" Aku hanya menjawab belum tahu. Tidak semua para penerima magang mau berbagi ilum tentang kenotariatan. Bahkan ironisnya, mereka merasa tersaingi. Mereka lupa sewaktuwaktu posisi mereka berbalik 7000kali. Kata "Kesombongan'itulah yang aku lihat pada Notaris yang telah mem-PHP-kanku. Hanya umbar janji hingga akhir ini tidak ada kabarnya. Janji manis.

Ada hikmah dalam PHP.  Akhirnya aku lelah untuk mendapatkan tempat magang. Mau nggak mau, aku menerima tawaran untuk magang ditempat temannya. Aku ingin berusaha sendiri dan terbebas dari bayangan Papa tapi tetap saja tidak bisa. Aku menyetujui untuk magang di rekanan Notaris Papa. Alhasil aku diterima untuk magang hingga saat ini.


Aku niatkan langkahku hanya untuk beribadah padaMu. Aku hanya bersyukur apa yang Tuhan berikan, terutama pemberian tempat magang yang asyik. Aku katakan asyik karena didalamnya bahkan bosnya tidak pelit ilmu. Aku dicerahkan dengan dunia kenotariatan sesungguhnya. Terimakasih Tuhan telah membuat mereka PHP-in aku. Aku banyak belajar dari sikap para Notaris yang tergolong kaya, terkenal namun tak punya hati, bahkan dengan mudah meremehkan orang lain. Hanya sekedar tahu, tidak semua Notaris mau berbagi ilmunya. Alhamdulillah aku mendapatkan bos dan para pegawai yang baik. Terimakasih Tuhan atas caramu menggiringku mewujudkan impianku. Tetaplah tuntun aku menjadi Noataris dan membahagiakan keluargaku secepatnya, terutama Papa dan Mama. Meskipun matematika manusia lebih lemah, tapi aku percaya matematika Allah lebih hebat. Hanya modal KEYAKINAN! Itu saja dalam mewujudkan impian kita.

Yakin... Yakin...Yakin.. Ikhtiar!


April 2014

Kamis, 10 April 2014

Kembali Tak Ada Arti

Apa yang kau pikirkan hingga menghubungiku kembali? Hanya sekedar iseng? Atau mulai merasakan kehilanganku? Sepertinya opsi terakhir, jauh diluar prediksi. Kau hanya teringat sesaat tentang kita. Antara kau dan aku masih bersama untuk mewujudkan impian bersama tapi dulu. 

Aku bahagia saat kau menghubungiku kembali, bahkan rasa rindu itu masih ada untukmu. Tapi untuk apa rasa itu saat ini? Tak ada gunanya. Hanya sampah, bahkan limbah yang menjijikan.

Salahku juga tibatiba teringat masa kita, bahkan membuka memori indah bersama. Aku tak mengerti kenapa filefile tentang kau terbuka kembali. Kini, kau hanya ilusi dan setengah milik yang lain. Cukup!

April 2014

Terima Kasih, Tuhan.

Indriasih Karesa, nama pemberian orangtua. Menurut kamus arti nama, kata "Indriasih" berarti dewi yang cantik, sedangkan  "karesa" belum pernah menemukan artinya apa meskipun sudah sering berselancar berbagai kamus dan mbah google.hihi...


Tak terasa, waktu menggiringmu melewati hidup sudah hampir seperempat abad lebih. Wow... Makin dewasa (red:tua). hiks... Banyak peristiwa yang Tuhan berikan selama ini. Yang mengajarkan banyak ilmu menjadi lebih baik.

Tuhan, aku hanya dapat bersyukur Kau masih memberiku waktu menjadi lebih baik dan membahagiakan orang-orang sekitarku, terutama orang-orang yang menyayangiku. Izinkan aku untuk membahagiakan mereka secepatnya.

Tuhan, maafkan aku telah melakukan banyak kesalahan dan kelalaian. Aku masih saja bandel dan nakal akan aturanMu. Aku masih saja "melawan" kehendakMu. Aku masih saja "membantah" perintahMu. Namun, Kau masih tetap menyayangiku, bahkan selalu ada untukku. Apalagi disaat  aku "terjatuh" karena pola tingkahku yang ceroboh. Iya, karena aku tanpa sadar "menjauh" darimu. Maafkan aku, Tuhan.

Tuhan, terimakasih untuk semuanya. Aku tahu Kau akan memberikan yang terbaik untukku, meskipun terkadang aku belum cerdas membaca firmanMu disekelilingku. Aku yakin Kau akan mengabulkan semua permintaanku, meskipun orang-orang sekitarku mencemooh bahkan menghina tentang impianku. Bagi mereka mustahil terwujud, tapi aku yakin dapat terwujud jika Kau sudah menghendaki dan Kau yang mengatur semua cara untuk dapat mewujudkan impianku. Aku sangat yakin Kau akan menggiringku mewujudkan impianku, Tuhan.


Tuhan, bolehkah aku meminta sesuatu yang special di hari lahirku, 10 April 2014? Aku yakin Kau menjawab "Boleh, Indri". Aku ingin meminta berikanlah rasa takut padaMu agar aku terhindar dari segala hal yang menjauhkanku padaMu. Aku ingin selalu dekat denganMu dan rasulMu. Bantu aku mewujudkan secepatnya membahagiakan Papa, Mama, Aa, dan Opi baik materi maupun inmateri yang berkah dan banyak. Pertemukan dan satukan menjadi halal, aku dengan seseorang yang Kau ridhoi menjadikan imam untukku, yang menghantarkanku makin dekat denganMu, kedua orangtua, dan saudara kita masingmasing, serta yang mempunyai pemikiran yang sama untuk dapat bermanfaat seluaslusanya untuk orang lain, baik dengan materi maupun inmateri hanya untuk mendapatkan ridhoMu. Tidak perlu cakap, namun yang dapat menyejukan hatiku. Aku berharap Kau ridho untuk menggelarkannya pada selambatlambatnya akhir tahun 2014. Pertemukan aku dengan para sahabatkku, tetehku dan para abangku, berikanlah mereka kebahagian dan kesehatan. Aku ingin bersilaturahmi dengan mereka, Tuhan. Tolong bantu aku agar mudah menemui mereka dan tetap sambung hati dengan mereka karenaMu. Aku merindukan mereka, Tuhan. Bantu aku untuk terus berkarya di bidang penulisan dan kenotariatan, Tuhan. Aku yakin Kau akan mengabulkan semua permintaanku. Bantu aku untuk mewujudkannya, Tuhan. Tolong kirimkan para malaikatMu dan "utusanMu" untuk menggiringku mewujudkan impianku tersebut.


Tuhan, terimakasih untuk semuanya. Semua atas nikmatMu yang tak terhingga.Terimakasih sudah mengirimkan para malaikat dan utusanmu yang telah menyayangiku, bahkan selalu mendoakanku dalam diam. Terimakasih Tuhan masih memberikan kesempatan atas nikmat usia. 

Terima kasih untuk diriku sendiri yang selalu berusaha menjadi baik hanya untukNya dan kedua orangtua. Aku tahu kamu berusaha keras untuk berespon benar atas setiap sikap orang yang menghina, memaki, mencemoohmu. Aku bangga kamu masih bersikap baik dengan orang-orang tersebut, meskipun aku tahu kamu masih meneteskan airmata karena perlakuan mereka. Kamu masih tetap tersenyum. Terimakasih kamu berusaha untuk tetap tersenyum dan berespon baik atas ketentuan Tuhan. Aku yakin Tuhan akan memberikan kebahagian yang tak terhingga kelak. Bersabarlah. Aku bangga padamu, Indriasih Karesa. Love u so much, honey.



Jiwa, 10 April 2014



Kado Terindah Di Hari Lahir-ku

Terimakasih Peri Unguku atas kado terindah di hari lahiku. Aku bahagia. Aku masih ingat janji kita untuk bertemu dan meluapkan rasa rindu. Maafkan aku masih cemburu, padahal aku tahu kau masih mencintaiku. Kita tetap saling mencinta dalam diam. Diam untuk mencintaimu. Aku sayang padamu, peri unguku. Arista Devi



Pada Hari Kelahiran
: Neng Echa

telah kau baca
sepasang sajak berjarak di stasiun kereta
yang sengaja kutuliskan hanya untukmu
agar kita yang sama-sama merindu
kelak bisa menuai janji temu di kota Jakarta
sementara saat menunggu
kita tetap bisa menikmati perjalanan tanpa kehabisan bekal harapan

jangan kau gantung mendung di wajahmu, Neng
jika karena tiada sapaku, kau mengira aku lupa pada harimu
hari dimana pertama kalinya kau menyapa dunia
aku sengaja mengamini doa-doa untukmu yang tak pernah habis dipanjatkan
diam-diam, dalam diam
kau sendiri yang mengatakan padaku, Neng
kau ingin dicintai dalam diam
sebab kau takut dan tak ingin tenggelam dalam lautan kemanjaan
yang di dasarnya penuh dengan karang kecemburuan

ah apa pun inginmu, Neng
mulai hari ini, awali perjalanan barumu
kau bisa pilih naik kereta atau berlari layaknya kaki-kaki rusa
kejar dan carilah ia selagi kau bisa
ini harimu, Neng
seperti yang pernah kau katakan
Tuhan akan mengabulkan doa-doa kebaikan
tanpa perlu keraguan, tanpa perlu diragukan

Ruh, 10 April 2014