Sabtu, 15 Februari 2014
Terlupa, lupa, melupa
Terlupa, lupa, melupa
Saat senja berganti malam.
Dimana kau saat itu?
*Aku tetap bersama angin yang berhembus menemani engkau diselasela nafasmu
Cirebon, Februari 2014
Siapa Kamu?
Ada yang mengetuk pintu hatiku
Siapa kamu?
Siapa kamu?
Siapa kamu?
Apakah kau nyata?
Semu?
Entahlah
Aku hanya tak ingin bermain hati
Cukup!
Kampoong Bima, 16 Februari 2014
Cinta dalam Diam
Cintailah aku dengan diamdiam saja dalam diam
Aku takut tak mampu menahan gelombang cintamu
Aku takut membuatmu kecewa
Aku takut membuatmu terluka
Biarlah bergelombang naik turun berirama
Antara aku dan kau seperti dollose
Kokoh dan kuat meskipun dihantam gelombang dashyat
Cintailah dengan diamdiam
Cirebon, 16 Februari 2014
Kamis, 23 Januari 2014
Baksos Penuh Cinta (Part 2)
Menjelang
baksos, Cirebon diguyur hujan. Aku agak
khawatir apakah pesertanya pada datangkah? Cirebonn, frekuensi hujannya luar
biasa. Dari pagi hingga pagi lagi. Seperti satu hari sebelum baksos, hujan
penuh dan persiapan baksos belum selesai. Tibatiba, aku dapat kabar untuk rapat
di pondok. Rapat dadakan untuk pembentukan jadwal mengajar anak-anak tahfidz. Aku
menawarkan diri menjadi relawan untuk membantu ngajar di pondok. Setidaknya ada
tenagaku dipersembahkan untuk berjuang dijalanNya. Apalagi untuk anak-anak tahfidz.
Penghafal Quran, insyaallah keberkahan mereka sedikit tertular untukku. Setidaknya,
aku belajar untuk mempersiapkan diri sebagai Ibu yang dapat mencetak generasi
qurani. Aamiin.hihihi…(Mahkota yang selalu terbayang, ketika seorang anak
menghafalkan al quran maka hadiah terindah adalah mahkota berkilau seisi dunia
untuk orangtuanya )
Eh…
malah curhat.hihihi… kembali ke lappy. Ups…
Memang
benar, ketika tubuh ini dipersembahkan untukNya, maka segala hal akan
dimudahkan. Dalam Al Quran sudah dijelaskan, tertera dalam sural Al Imran tp
aku lupa ayatnya. Hihihi… (lagi suka mengkaji surat Al Imran. Iyaiyalah suka,
baru belajar mengkaji surat Al Imran -_- ) Aku merasakannya saat baksos ini, diluar
dugaan. Bagaimana tidak menakjubkan? Baksos Cirebon tidak mempunyai dana bahkan
kita memutuskan tidak mencari dana. Dana darimana coba? Ada bingkisan,
pengobatan, dan pengajian. Pastinya memerlukan dana yang lumayanlah.
Namun,
Allah lagi, Allah lagi… memberikan jalan. Aku dipertemukan dengan sosok yang
luar biasa bahkan tanpa basa basi mengatasi semuanya. Selain punya tim yang
hebat, seperti Mas Rio dan Kang Ferdi. Sosok ini sangat misterius dan tidak
boleh diketahui oleh siapapun, termasuk timku. Hihihi… (Tapi tetap ada wujudnya
lho. Aku panggil dengan sebutan Mbah “X”.piss :D ) Permintaannya yang cukup
aneh, agar disembunyikan identitasnya. Yang lain berlombalomba untuk menunjukan
diri. Lha… Mbah “X” ini tidak mau menunjukan diri. Mungkin khawatir nanti
tambah terkenal. Jadi makin bingung ngatur jadwalnya. Dipanggil sana sini. Hihihi…
(Lhoo.. makin ngelantur aja seh. Back to… ) Tak hanya ada Mbah “X” saja
melainkan para donator yang lain. Kaliann kereenn bangett. J
***
Proses
yang paling menyenangkan dalam persiapan baksos adalah belanja dan hujanhujanan.
Dengar kata “Belanja” mataku langsung berbinarbinar. Jelaslah berbinarbinar,
aku hobi belanja. Terutama belanja berlian, tas, sepatu bermerek (Mulai deh
khayal. Padahal sering belanja di cimol. Ups.. ketahuan :D ) Saat mendapatkan
tugas untuk belanja, aku langsung mengiyakan padahal kondisi lagi hujan. Hujan?
Nggak masalah tuh. Aku suka banget hujannn. Dan yang penting, aku ada alasan
untuk hujanhujanan. Ritual yang sudah lama, aku tinggalkan. Hihihi…
Bagiku,
hujan itu suatu berkah. Hujan menggambarkan kedamaian. Setiap rintikan hujan,
tersimpan rindu. Rindu untuk berjumpa. Eh… mulai deh so cuittt. Hushh… (Terasa
tersihir dengar kata hujan.hihihi.. :D )
Hujanhujanan
sambil belanja bingkisan. Aku diajak oleh Mbah “X” untuk menemaninya belanja.
Mbah “x” menawarkan beberapa opsi. Mbah “X” mengajak untuk belanja di salah
satu pusat grosir. Aku mengikuti langkahnya. Mbah terlihat cekatan untuk mengambil
item demi item yang akan dijadikan bingkisan. Akhirnya terpilihlah gula, teh,
dan minyak sayur. Sesi belanja pun
selesai. Dan aku bahagia karena bisa
hujanhujanan.hihihi.. :D
***
Aku mulai
kecanduan untuk hujanhujanan. Setelah selesai rapat, ternyata masih hujan. Aku harus
segera meluncur ke tempat baksos. Karena bingkisan belum dipacking.hihihi… Mau
tidak mau, langkahku menerjang hujan. Lagilagi aku suka hujan. Terjang hujan
meskipun aku bawa paying. Tetap aja, aku memilih untuk sedikit bersentuhan
dengan rintikan hujan. Dasar bandel.Hihihi….
Saat
ditempat baksos, pak koordinator sedang sibuk untuk menata ruangan. Mas Rio
dibantu oleh Ayah dan saudaranya. Saat itu, diagendakan untuk glasi resik
bareng tim Rumah Zakat namun mereka ada acara di Kuningan, maka tidak dapat
hadir. Jadi hanya aku, Mas Rio, ayah Mas Rio dan saudaranya. Aku kebagian tugas
untuk membungkus bingkisan sebanyak 200 buah. Wow… gilaa. Banyak banget.
Sendirian pula. Lagilagi karena Allah, pekerjaan itu menjadi ringan.
Alhamdulillah 200 bingkisan selesai dipacking, sembari dibantu oleh saudaranya
Mas Rio.
Tak terasa,
waktunya sudah agak malam. Cirebon gelap gulita. Alamak, aku melihat jam
tanganku. Ternyata aku telat pulang. Pantesan saja, orang rumah sudah sibuk
meneleponku dan tak terdengar. Kebiasaan jelekku, handphone selalu disilent. Dan
itu membuat orang rumah kesal bahkan marahmarah. Anak gadisnya susah dihubungi.
Nggak di Cirebon, Semarang, orangtuaku selalu memantauku baik sms maupun
telepon. Setiap waktu, dari sebelum tidur hingga bangun tidur.hihi… Apalagi saat di Cirebon, mereka tetap
memantau anak-anaknya terutama para gadisnya. Ketika sudah malam, si gadis
belum sampai rumah. Jangan diharap mereka tenang. Mereka akan sibuk menghubungi
gadisnya bahkan menelepon temanteman anaknya, hanya sekedar menanykan ada
dimana sekarang. Bila perlu, Aa akan diutus menjemput si gadisnya. Aa, adik
lelakiku satusatunya. Pahlawanku, ketika aku tak berani pulang malam dan
berpergian malam. Namun saat itu, aku terpaksa pulang sendiri, karena Aa sedang
ada di Jakarta. L
***
19 Januari 2014, waktu yang ditunggu-tunggu.
Aku bersiapsiap sambil menunggu kedatangan snack. Cirebon masih diguyur hujan.
Aku masih berpikir hujan itu berkah. Apapun yang terjadi, tetap lanjut meskipun
hujan. “Keikhlasan seseorang terlihat ketika sedang hujan. Tetap lanjut atau
berhenti dirumah”, nasehat temanku. Hihihi… Benar juga she. Suasana yang nyaman
untuk tetap stay dirumah apalagi di pulau kapuk. Hujan cuy. :D *lemparselimut
“Tok..tok..tok..”
Suara pintu depan terdengar. Ternyata, pesanan snackku telah datang.
“Nok,
snacknya dah datang. Udah siap belum? Cepatan lho. Dah siang.”.ujar Mamaku. Padahal
jam menunjukkan pukul 7.00 WIB. Kita kumpul dulu untuk pemantapan, sebelum
launching. :D
“Belum.
Bentar lagi.”, ujarku. Aku masih berkutat dengan jilbabku. Eh… Mamaku ikut
semangat. Hihihi…
Aku segera
meninggalkan rumah. Udah diusir juga sama mama.hihihi… Tak lupa, aku meminta
restu agar baksosnya lancar. Aku yakin
ridho Allah adalah ridho orangtua. :D
***
Acara
baksos dimulai, para tim menempati posisinya masingmasing. Sedangkan aku sesi jepratjepret.
Sekalikali mengecek hal apa yang kurang. hihihi…
Hampir
aja lupa. Baksos Cirebon dibantu banyak relawan rumah zakat. Pusett dahh… Rumah
Zakat bawa pasukannya ribuan. Cukup 15 orang dan seru. Gimana nggak seru?
Mereka adalah para mahasiswa yang muda belia. Terasa ikutan muda dan
nostagila.hehehe… Mereka mempunyai semangat yang luar biasa. Ceria, muda,
semangat. Mereka terdiri dari mahasiswa akper dan akbid. Sayangnya, aku nggak
terlalu ingat nama mereka. Hadeuhh…
kebiasaan jelek deh. Selalu nggak hafal nama orang yang baru pertama kali
ketemu. Aku hanya inget satu nama yaitu Euis. Selain Jubaedah dan Mas Adam -_-
Tidak
hanya, ada relawan Rumah Zakat. Melainkan ada tim dokter. Tim dokter terdiri
dari dokter Ribud, dokter Yeyen, dan dokter Dina. Plus dokter Rio. Mari kita
mulai bercerita dari dokter Ribud. Dokter Rubud sebagai dokter umum dan
bertugas di Rumah Sakit Pertamina. Dokter Yeyen bertugas di Rumah Sakit Bedah
Medimas bareng dokter Rio. Sedangkan dokter Dina bertugas di Rumah Sakit
Gunungjati.
Diselasela
pengobatan, ada sesi pengajian juga lho. Pengajian dengan tema Maulid Nabi.
Masih ingatkan Nabi Muhammad lahir tanggal berapa? Pasti pada tahu, tanggal 12
Rabiul Awal adalah kelahiran nabi Muhammad Saw. Pas banget. Tanggal 19 Januari
2014 bertepatan dengan bulan Rabiul Awal, tepatnya tanggal 17 Rabiul Awal.
Islam juga punya bulan kasih sayang yaitu Rabiul Awal. Dimana kita harus selalu
mengingat Rasulullah, minimal dengan bershalawat. Karena Rasulullah yang akan
menolong umatnya untuk mendapatkan syafaatnya. Ada petikan hadist tp aku nggak
ingat lengkapnya. Hanya yang sering menyebut namaku, maka aku (red: Rasulullah)
akan menghampirinya. Yuk.. kita belajar untuk selalu bershalawat disetiap waktu.
Pengajian
disampaikan oleh Ustadz Rosyad. Ustadz Rosyad, tim dakwah pondok pesantren Al
Bahjah. Pondok pesantren Al Bahjah dipimpin oleh Buya Yahya. Buya Yahya, ulama
kelahiran Blitar dan lulusan universitas Yaman. Pondok Al Bahjah mengadakan
kajian setiap Sabtu dan Minggu pagi. Info lengkapnya langsung meluncur aja ke www.buyayahya.org. ^_^
Tahap
demi tahap susunan acara baksos terlampaui. Alhamdulillah selesai dengan
lancar. Tak hanya baksos di Cirebon saja, melainkan di kota yang lainnya.
Bahkan baksos Jakarta, mereka rela menghantam banjir demi menyelenggarakan
baksos.
Terima
kasih Tuhan telah menjodohkanku bertemu dengan orangorang hebat. Meskipun jasad
terpisah, sambungan hati karenaMu tetap terjalin. Bahkan dipertemukan kembali
di JannahMu. Aamiin ^_^
*THE
END
Baksos Penuh Cinta (Part 1)
19
Januari, tanggal yang biasa seperti tanggal yang lainnya. Namun, tahun 2014 ada
sesuatu yang berbeda. Kenapa berbeda? Karena pada tanggal itu, akan
dilaksanakan baksos serentak di 19 kota, salah satunya Cirebon ikut mengambil
bagian. Proyek yang diluar akal pikiran. Aku bilang seperti itu, karena
anggotanya kebanyakan belum pernah bertatap muka. Meskipun hanya beberapa yang
sudah pernah bertemu. Bermodalkan dunia maya terutama twitter dan semangat
untuk saling berbagi, maka terlaksanalah kegiatan baksos tersebut. Kekuatan
hati dalam satu frekuensi. Hanya hati, yang dapat menyatukan meskipun jarak
memisahkan. Ciee.. :P
Baksos
lintas komunitas ini digawangi oleh mas Agus Edy, owner BMT Nusya yang berada
di Lamongan, Jawa Timur. Baksos ini merupakan bagian dari BMTBerjamaah. Apa seh
BMTBerjamaah itu?Hmm… aku baru sedikit tahu tentangnya. Jujur aku belum sempat
meluncur ke webnya.hihihi… Pemahamanku, BMTBerjamaah merupakan wadah kepedulian
untuk saling berbagi kepada para anak yatim piatu dan dhuafa. Mengembangkan
usaha dengan menggunakan ekonomi syariah serta mengurangi riba. Bahkan jangka
panjang membuat Indonesia Tanpa Riba. Aamiin
(Bahaya ribaaa berattt banget, makanya kita sebagai seorang muslim wajib
menjauh dari riba dan anak-anaknya. Dalam
Al Quran sudah diatur jelass banget. Salah satunya nya diatur dalam
surat Al Imron: 130-131. Lebih lengkapnya tanya ke ahlinya ya. hihihi… :D )
Mau
tahu info lengkap tentang BMTBerjamaah bisa langsung meluncur ke www.bmtberjamaah.com.
Disitu selengkaplengkapnya info dan bisa milih apa yang dapat kita lakukan
untuk membantu saudara-saudara kita. Gampangkan? ^_^
Baksos
Lintas Komumnitas khususnya Cirebon digawangi oleh Kang Ferdi. Kang Ferdi,
seorang praktisi ekonomi syariah, pembisnis, dan pengajar. Kang Ferdi yang
berdomisili Majalengka, agak kebingungan untuk mengadakan baksos di Cirebon,
dikarenakan tidak ada SDM nya. Eh… Tuhan mempertemukan aku dengan Kang Ferdi.
Mataku ngebling banget ketika mendapat info ada acara yang beraroma kemanusian.
Sejak aku mendengarkan ada acara baksos, segera aku menghubungi Kang Ferdi.
Kata Guruku, niat baik harus disegerakan. Bila kelewat satu menit saja, bisa
jadi berubah pikiran. Alhamdulillah sambutan Kang Ferdi sangat baik. Saat itu,
modalku hanya satu adalah NEKAD.
Bagaimana
nggak nekad? Aku belum ada gambaran mengenai acara tersebut dan kirakira siapa
saja yang akan membantu. Aku sangat ngeblind. Tuhan punya cara lain untuk
membantu umatnya yang punya niatan baik. Eh… Ternyata benar. Tuhan memberikanku
ilham. Tingg… Ide muncul. Hihihi…
Aku
diingatkan dengan adik tingkatku saat di LDK dulu. Aku segera menghubunginya.
Diki Mulyana, mantan presiden kampus dengan berjuta prestasi. Terpenting sering
mengadakan acara kemanusiaan, terutama baksos. Hihihi… setelah dihubungi,
alhamdulillah gayung bersambut. Kita bertemu dan mengagendakan acara awal.
Selanjutnya, aku mengingatingat siapa lagi yang akan diajak ya. Hmmm… *berpikir
Ahaaayyyy…
Lagilagi, Tuhan memberikan ilham. Ada teman maya, kita samasama belajar di
kelas online. Tepatnya dikelas Ekonomi Syariah yang dibimbing oleh Kang Ferdi.
Temanku keberadaannya di Cirebon. Rio
Adhi Wicaksono, seorang dokter specialis sunat, pengusaha plus ngehost acara di
Radio Qu. Tanggapannya sangat baik, saat aku mengutarakan kegiatan baksos
tersebut. Selanjutnya, Tuhan menunjukan dan mempertemukan orangorang yang
mempunyai frekuensi yang sama. Kepedulian dan saling berbagi.
***
Saat waktunya tiba, 19 Januari 2014, BAKSOS
LINTAS KOMUNITAS serentak diadakan 19
Kota, seperti Jabodetabek, Bogor, Bekasi, Bandung, Cirebon, Sragen, Wonogiri,
Surabaya, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Malang, Gresik, Jogjakarta, Pacitan,
Gunung Kidul, Lampung. Persiapan masing-masing kota sudah mulai dipersiapkan
dan menunggu hari H, termasuk Cirebon.
Baksos
Cirebon dikoordinator oleh Mas Rio. Baksos Cirebon berkerjasama dengan Rumah
Zakat Cirebon. Rumah zakat Cirebon digawangi oleh Mas Adam, tim kesehatan.
Baksos Cirebon meliputi acara pengajian, pengobatan, dan pemberian bingkisan.
Target peserta baksos adalah 200 orang.
Alhamdulillah
detikdetik menjelang baksos. Allah
mengirimkan para relawan dan donator, seperti Kang Denis (Pengusaha Martabak
Denis), Kang Odoy (Ketua SF Cirebon), The Siti (Dosen dan Bidan), dan
lain-lain.
***
*Bersambung
Antara Jarak, Sayang, Cemburu, dan Rindu
Menemukan tulisan diblogku yang lain. Aku malah sampai lupa. Ternyata pernah menuliskan ini. Bahkan aku lupa punya blog yang lain. Plus lupa pakai email yang mana.:D
Tak terasa, kita sudah menjalani persaudaraan cukup lama. Bahkan satu persatu, kalian telah menikah. Aku tinggal tunggu giliran untuk menyusul menjadi istri. Aamiin.hihihi... *Kencanggg
Coretan special untuk kalian :)
Dua tahun silam, pertemuan aku dan kau. Berawal dari tangkisan demi tangkisan, berujung saling sayang, rindu, dan bahkan cemburu mulai mengguncang. Namun, itulah keunikan hadirmu.
Antara Jarak, aku mengenalmu. :*
Antara Jarak, cinta itu tumbuh.
Antara Jarak, cemburu kadang hadir.
Antara Jarak, rindu itu tetap hadir.
Antara Jarak, esok kita bertemu.
Tentangmu,
Tentang dia,
Dia, sang penghantar.
Dia, sang abu-abu.
Kisah klasik antara Hongkong, Palembang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, dan Cirebon. Terima kasih sudah mewarnai dalam kehidupanku.
Sayang untuk Teh Yuli, Eyangku Nicky, Uyut Edel, Emak Siti, Teh Faiha, Teta Beta :*
KamarPutih, 6 Agustus 2013
9.06 WIB
Cahaya Diantara Cahaya
Pertemuan yang tak pernah terduga, antara kau dan aku. Pertemuan yang
singkat namun tetap berkesan. Terkadang aneh. Adakah yang akan
disampaikan Tuhan dengan menghadirkanmu. Entahlah. Setidaknya kau hadir
disaat duniaku gelap. kau memberikan cahayamu. cahayamu yang makin
bersinar. bahkan membuat mataku silau dan sakit. Aku menyadari arti
hadirmu.
Tuhan
mengirimkanmu dalam kehidupanku, pasti ada maksud. Kau datang disaat duniaku
gelap. Kau memberikan cahaya. Aku mulai merasakan kehangatan cahaya darimu.
Cahayamu makin bersinar namun mataku makin silau bahkan mataku makin sakit.
Sudah, cukup beri aku cahaya kecil saja.
Namun, aku belum mampu menerima cahayamu yang
makin bersinar. Aku masih membutuhkan cahaya kecil saja. Bagiku, cukup
dengan cahaya kecil. Cahaya yang akan menerangi kehiudpanku yang gelap.
Perlahanlahan, cahaya itu akan membuatku menjadi bersinar. Bersinar
untuk sekelilingku. Cahaya yang tak akan sirna meskipun angin menerjang.
Aku
tak menyalahkan cahayamu. Aku saja yang belum mampu. Aku bukan
membencimu. Aku saja yang belum sanggup menyimpan cahayamu. Aku bukan
menolakmu. Aku saja yang belum menerima kehadiranmu. Aku hanya takut
menyelingkuhi Tuhanku. Hanya itu.
Namun, izinkan aku untuk melepaskan cahayamu.
Aku tak ingin kecanduan. Aku hanya ingin berdiri dengan cahayaku sendiri.
Cahaya yang aku ciptakan sendiri dan Tuhanku. Aku hanya ingin
belajar untuk menjalankan apa yang disukai Tuhanku. Aku hanya ingin
mendapatkanmu dengan caraNya. Aku hanya ingin menjalankan aturanNya.
Hanya itu.
Aku hanya insan yang belum sanggup
mengendalikan rasaku. Aku hanya insan yang selalu khilaf bahkan lalai.
Aku hanya insan yang rapuh bahkan mudah terlena. Aku yang salah. Bukan
kamu. Menjauh bukan berarti tak peduli. Hanya Rabbku, itu yang lebih
penting.
Tolong pahami itu saja.
Cirebon, 23 Januari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)





