Kamis, 21 Agustus 2014

(meng) Gila

Kegilaan yang terulang. Seperti baru kemarin, aku mengenalmu untuk pertama kalinya. Kita memulai dengan banyak berdiskusi dari A-Z. Dan aku menyukai gayamu dalam memaparkan pendapatmu. Pendapat yang terbungkus elegan dan simple. Lagilagi aku menggila kembali. Kegilaan atas dirimu. Meskipun aku harus sadar bahwa kau telah berbeda. Aku hanya dapat menikmati kehadiranmu sesaat. Tidak seperti dahulu. Waktumu sepenuhnya untukku. Sudahlah. Kau tetap yang aku kagumi. Rasaku tak pernah pundar, hanya porsinya yang berbeda. :)

Jumat, 08 Agustus 2014

KEMBALI

              Beberapa hari ini, kau menemani kehidupanku. Meskipun berbeda. Iya. Berbeda, karena kau telah berdua. Rasanya tak gampang, menyadari bahwa kau telah mendua. Namun itulah kenyataannya. 
Berbagai sharing mengenai pekerjaan hingga bisnis baru yang kau dirikan. Alur ceritamu, aku menyimak. Aku bahagia, kau telah hidup makin lebih baik dari sebelumnya. Setidaknya, kau makin matang dalam bersikap.

Kamis, 31 Juli 2014

Surat Kilat

      Tengah malam, aku membuka lappy-ku. Jemariku mulai bersselancar mengetik huruf demi huruf. Tibatiba jemariku mengklik situs yahoo, mengklik email. Aku mulai mengamati barisan email yang bejibun yang sudah lama aku tak cek notification. Mataku melirik sudut dan tersimpan folder khusus, tertulis namamu. Memoriku mulai melayang untuk pertama kali kita berjumpa. Hingga akhirnya berakhir. 
      Memori yang masih tersimpan rapih, meskipun kita telah berpisah. Bagaimana awal kita berkenalan hingga perpisahan. Tersimpan rapih, seperti buktibukti emailmu yang terpatri dalam dinding emailku. Jemariku mulai memainkan perannya. Tanpa sadar, aku mengklik tulisan email. Aku mengirimkan email untukmu. Aku baru menyadari saat email tersebut sudah terkirim. Aku lupa apa yang sudah aku tuliskan. Saat aku mengeceknya di email keluar, ternyata tak ada email terkirim. Entah kemana email tersebut. Apakah tetap terkirim atau memang emailku yang eror. Entahlah. Aku tak peduli. Aku juga bingung sendiri kenapa tibtiba mengirimkan emai untuknya. Aku sudah tak ingin berinteraksi langsung denganmu via telefon maupun sms. Email masih dimaklumkan karena untuk sampai kemungkinannya kecil dan kau jarang mengecek emailnya. Tapi tetap saja, aku tidak akan menghubungimu terus. Mungkin aku mengirimmu email untuk terakhir kalinya. Segala kebaikan terlimpahkan untukmu sekeluarga. Doa adalah sebaikbaiknya cinta yang sesungguhnya. :)
 

Rabu, 30 Juli 2014

Tentang K.I,T.A

Kamu masih ada dalam benakku, meskipun waktu sudah bergulir lama. Tak akan pernah lupa, bahkan tergantikan. Aku masih ingat pesan terakhirmu yang berulangulang kau katakan. "Baikbaik disana ya", pesanmu. Hingga saat ini, aku masih mengingatnya. 

Iya, aku akan baikbaik saja. Begitu pun denganmu disana. Aku berharap kau makin bahagia dengan situasi yang kau pilih. Aku tak mau mendengar hal yang terpuruk darimu. Aku yakin kau akan menjadi insan yang lebih baik. 

Kau masih ingat dengan impianmu? Impianmu menyebarkan kebaikan dan membantu banyak orang. Apa sudah kau lakukan? Atau mempersiapkannya? Aku berharap kau tetap melanjutkan impianmu dan menjadi nyata, tidak hanya sekedar bunga tidur.

Aku tunggu kabar tentangmu. Tentang kebahagianmu. Tentang wujudkan impianmu. Aku menunggu kau makin menjadi insan yang lebih hebat dan mulia. Ingat janji kita. Tetap berusaha menjadi insan yang lebih baik dihadapan Tuhan maupun makhlukNya. Jangan berhenti terus berkembang dan tumbuh. Aku yakin kita dapat melakukannya. 

Doaku akan selalu ada untukmu disetiap sujudku. Aku hanya ingin kau makin bahagia dan bersinar. Tetaplah menggali potensimu, dear. Dimanapun kau berada, aku berdoa kau baikbaik saja. Aku hanya ingin katakan "aku merindumu saat ini". :)

Selasa, 08 Juli 2014

C.E.R.I.T.A




Hai chery, apakabar? Sudah lama, aku tak menngunjungimu. Kamu pasti marah padaku. Jangan ngambek dulu. Aku kan jelaskan kenapa aku jarang menyentuhmu. Banyak kejadian yang menimpaku. Aku ingin bercerita padamu. Ujungujungnya kuota modemku lenyap. Aku keseringan lupa mengisinya. Maafkan aku, chery. :)

Chery, aku dipertemukan dengan orang-orang yang peduli terhadap pendidikan maupun sosial, terutama dikawasan Cirebon. Chery masih ingatkah? Saat aku mengeluh bahwa aku belum dipertemukan dengan orangorang yang konsen terhadap sosial, terutama pendidikan. Kini kekhawatiran tersebut terjawab. Satu persatu, aku dipertemukan dengan mereka. Ada Teh Atik, Mas Anwar, Mas Alif, Mas Cecep, Mas Jili, Mas Alam. Meskipun belum semua, aku bertemu dengan mereka. Baru mendapat cerita dengannnya. Tapi aku tetap bahagia dapat mengenal mereka.

Mereka adalah utusan Tuhan untuk menghantarkan dan membantuku dalam mewujudkan impianku. Salah satunya, mendirikan sekolah khusus untuk anakanak kurang mampu. Chaery ada sesuatu yang tak pernah aku bayangkan. Kemarin aku ditunjuk sebagai kepala sekolah rintisan sekolah di pondok.

Awalnya, aku menolak karena aku merasa tak pantas dan ilmuku sangat minim tentang sekolah. Mesipun aku mempunyai impian mendirikan sekolah namun aku belum mempelajarinya. Sekarang aku ditunjuk sebagai kepala sekolah, khusus anakanak tahfidz. Sesuatu yang tak ternilai mendapatkan kesempatan tersebut, apalagi mengurusi anakanak yang istimewa melantunkan, memahami, dan menghafalkan ayatayat Al Quran. 

Yang aku tak mengira adalah yang menunjuk langsung adalah Buya atas rekomendasi isi forum. Aku "ditodong" langsung dalam forum. Aku tak mampu menolak bila yang menunjuk langsung adalah Buya. Aku tak mampu menolak, Chery. Jadi sekarang aku mempunyai amanah dalam pendirian sekolah di pondok. Kita ada tim inti, terdiri dari empat orang. Doakan kami agar dapat menjaga amanah tersebut dan dilancarkan serta dimudahkan dalam menjalankannya. Diberikan rasa ikhlas dan istiqomah. Tolong doakan kami, Chery.

Chery, aku cukupkan ceritanya. Aku mau siapsiap mau pergi belajar. Terimakasih chery sudah mendengarkan ceritaku. Aku usahakan untuk mengunjungimu. :)

Sabtu, 17 Mei 2014

Cemburu Terselubung

Cemburu? Hmm... Iya, aku memang si pencemburu. Tapi nggak sama kamu juga. Aku pikir semua rasa tentangmu sudah sirna, sejak aku mengetahui "sesuatu" tentangmu. Menghilangkan rasa, tepatnya mengendalikan rasa atasmu. Percikan rasa yang makin berkobar, perlahan aku padamkan. Berhasil.


Tapi entah kenapa ketika aku mengetahui kau dengan dia bahkan ada foto kalian berdua. Rasa cemburu hadir kembali. Aku cemburu? Sepertinya iya, aku cemburu. Cemburu kau dengan dia. Itu hak mu dengan yang lain. Kita memang tidak ada hubungan apaapa. Tapi aku aneh sendiri dengan diriku sendiri. Kenapa aku cemburu? Anehkan.

Cemburu itu marah ga jelas. Cemburu itu kau dkat dengannya. Cemburu itu fokusmum padanya. Enthalah. Apa aku masih tersimpan rasa padamu? Yang pasti aku cemburu saat ini. Aku akui aku cemburu kau bersama dia. Apalagi aku tahu dia. Dia yang kau kenalkan saat itu. Ah sudah. Aku tak mau dimainkan oleh rasaku. Jadi geli sendiri ketika aku menyadari aku masih ada rasa padamu dan hadirnya cemburu tersebut. Cinta yang terselubung diantara pikiran dan hati yang terkendalikan. Yuhuyyy..... Terimakasih sudah buat aku cemburu. Dan aku sadar dengan posisiku. Nikmati rasaku tentang cemburuku.


Mei 2014

Jumat, 16 Mei 2014

Tentangmu (lagi)

Sejak pertama hingga saat ini, kau masih mengagumi. Aku juga tak mengerti. Padahal perlahanlahan aku mendapati keunikanmu, bahkan  membuatku kesal dengan keunikanmu tersebut. Aku gemes ingin sekali aku memberitahukanmu tentang sikapmu yang nggak banget. Malahan jika orang tahu tentang hal tersebut, dapat membuat dirimu tak ternilai. 

Entah. Apa aku yang terlalu peduli? Atau memang sikapku yang tak mau melihat seseorang yang aku kenal salah bersikap. Tanpa sadar sikapmu dapat menjatuhkan harga dirimu. Tak ternilai. Bahkan manusia yang paling jahat dalam versiku.

Sikap yang terlalu cuek dan kaku dapat menimbulkan kearogansian akut. Tanpa sadar dengan mudah meremehkan orang lain. Bahkan perlahanlahan orang-orang tak betah dekat denganmu dan lari meninggalkanmu. Sebenarnya kau sadarkah hal tersebut?

Aku sudah cukup mengingatkan sikapmu tersebut. Namun apa yang aku dengar. Kau makin menjadijadi, bahkan terlalu akut. Dengan cara seperti apa agar kau dapat mengubah sikapmu tersebut. Aku yakin kau dapat berubah. Kau sudah menunjukan perubahan sikapmu tapi kenapa hanya kepada orang tertentu saja? Apalagi sikapmu padaku tak sama dengan orang terdekatmu. Kenapa dibedakan? Orang terdekatmu itu harus mendapatkan sikap baikmu, bukan hanya padaku. Mereka itu sama denganku. Yang perlu dihargai setiap apa yang mereka kerjakan. Mereka perlu diperhatikan ketika sakit. Tapi apa yang mereka dapatkan. Kau tak sedikitpun menanyakan keadaan mereka, malah kau tanyakan urusan bisnismu. Hanya bisnis, bisnis, dan bisnia.

Kau memang jahat, bahkan sangat jahat versiku. Tak peka dan nggak punya hati. Sampai kapan kau bersikap seperti itu. Aku tak mau melihat dan mendengarkanmu makin terpuruk atas sikapmu. Aku tak mau itu terjadi lebih parah. Aku bingung harus bertindak seperti apa terhadapmu. Andai saja kau mau berbagi denganku. Aku tak akan  sungkan untuk mengingatkanmu kembali. Iya. Hubungan kita tak seperti dulu. Sejak perceraian itu, seketika berubah semuanya. Terutama dirmu. Kemarahanmu. Oh tidak. Kemarahanmu yang membuatku takut. Entahlah. Aku masih teringat kemarahanmu yang luar biasa dan menakutkan.

Aku masih penasaran kenapa kau sangat marah saat itu? Aku sadar kau marah atas sikapku. Tapi biasanya tak semarah itu. Apa karena aku menyruhmu memakai topeng saat kita berjumpa? Kenapa juga kau tak memilih memakai topeng? Jika kau memakai topeng, aku tak akan marah lagi. Sebenarnya kemarin aku hanya kesal dan bingung menghadapimu. Iya menghadapimu lebih susah aku tanggani daripada menghadapi anakanak. Anakanak masih dapat diajak bicara apa maunya sedangkan diri diajak bicara sangat susah. Jadilah timbul sikapku yang kurang bersahabat. Kapankapan tolong jawab rasa penasaranku ya.  Cerita tentangmu tak ada habis-habisnya. Dan aku selalu tak tentangmu padahal aku tak mencari tahu tentangmu. Hufhhh....

Mei 2014